IDENTIFIKASI DAN HITUNG ANGKA KAPANG PADA KULIT APEL PASCA PANEN DI DAERAH BATU, MALANG

M. Yunas Alfanda

Abstract


Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pangan, membuat banyak terjadi kasus kontaminasi bahan pangan oleh mikroba. Salah satu mikroba yang mencemari bahan pangan adalah kapang. Penelitian ini bertujuanuntukmengidentifikasi dan menghitung jumlah kapang penyebab pembusukan pada kulit buah apel pascapanen di daerah Batu, Malang. Kapang adalah jamur multiseluler yang memiliki hifa yang menjadi ciri khas pembeda dengan khamir. Selain itu, kapang juga dapat menghasilkan mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sampel diambil secara acak dari perkebunan apel di daerah Batu. Identifikasi menggunakan metode Mounting Block dan media Saboroud Dextrose Agar (SDA), dan penghitungan jumlah kapang menggunakan metode Angka Kapang Khamir Cawan Tuang. Identifikasi mengguanakan mikroskop dengan perbesaran 400x, diamati berdasarkan morfologi hifa, konidia dan konidiofornya. Hasil penelitian menunjukkan adanya Aspergillus niger pada kulit buah apelsebanyak 5×101sampai 7×101. Kapang jenis inipaling mudah dijumpai padabuah-buahan. Selain pada buah-buahan, Aspergillus niger juga bisa diisolasi dari tanah, udara, dan serasah daun. Perlakuan buah apel pascapanen dan waktu penyimpanan berpengaruh pada jumlah kapang yang tumbuh. Batas cemaran mikroba untuk buah apel (kategori buah kering) pada jenis cemaran mikroba kapang adalah <5 x 101.


Keywords


Kulit apel; Kapang; Aspergillus niger

Full Text:

PDF

References


Arisandi, Yohana, and Yovita Andriani. Khasiat tanaman obat. Pustaka Buku Murah, 2008.

Aristyawati, N.P.D., Ni Nyoman P., Ni Made I.H.A., Agus S.D. 2017. Cemaran Aspergilllus flavus Penghasil Aflatoksin B1 pada Jagung Manis (Zea Mays saccharata) selama Penyimpanan. Jurnal ITEPA (6):2.

Booth, C. 1971. Methods in Microbiology. Vol 4. Academic Press, London.

Dewanti dkk. 2012. Hidrolisis Ampas Tebu Menjadi Glukosa Cair oleh Kapang Trichoderma Viride. Jurnal Teknologi Pertanian

Iskandar, Y.M., 2002. Isoflavonoida Hasil Fermentasi Kedelai Menggunakan Inokulum Kultur Campuran, Prosiding Semnas XI. Jasakiai. Yogyakarta.

Ilyas, Muhammad. 2007. Isolasi dan Identifikasi Mikoflora Kapang pada Sampel Serasah Daun Tumbuhan di Kawasan Gunung Lawu, Surakarta, Jawa Tengah. UNS Surakarta. Solo.

Miskiyah, Christina W., dan Wisnu B. 2010. Kontaminasi Mikotoksin pada Buah Segar dan Produk Olahannya serta Penanggulangannya. Jurnal Litbang Pertanian 29 (3).

SNI 7388-2009. 2009. Batasan Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta

Traquair, J. 2000. Fungi and Mycorrhizae. London.




DOI: http://dx.doi.org/10.51804/jsh.v4i1.712.25-29


Abstracted/indexed by :

    

 


Publisher : Faculty of health sciences, Universitas Maarif Hasyim Latif

Address : LPPM UMAHA

Jl. Ngelom Megare, Sidoarjo (61257)031-7884034, Fax. 031-7884034

e-mail : sainhealth@umaha.ac.id

URL : https://e-journal.umaha.ac.id/index.php/sainhealth


  

ISSN 2548-8333 (print)
ISSN 2549-2586 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.