BENTUK TARI DANA SARA DI DESA PAGAR AGUNG KECAMATAN RAMBANG KABUPATEN MUARA ENIM

Authors

  • Nurfadhilah Amintia Program Studi Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang
  • Ramanata Disurya Program Studi Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang
  • Efita Elvandari Program Studi Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.51804/ijsd.v2i2.734

Keywords:

bentuk Penyajian, Tari Dana Sara

Abstract

Tari Dana Sara adalah tari yang berasal dari Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Fenomena dari tari Dana Sara ini menceritakan mengenai sejarah dari Desa yang diangkat oleh masyarakat dan pemerintah desa, yang mana merupakan tari yang berasal dari Desa Pagar Agung. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Bentuk Tari Dana Sara di Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim. Metode dalam mengumpulkan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis maka peneliti mendapatkan data yang diperlukan, yang mana penulis dapat mendeskripsikan dalam bentuk uraian yaitu bentuk tari Dana Sara yang diangkat masyarakat untuk mengenang sejarah dari Desa Pagar Agung sebelum terciptanya kedamaian dari dulu sampai sekarang yang dikaitkan dengan konsep teori dari Maryono. Hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis yaitu tema dikaitkan dengan sejarah dari desa yang diangkat oleh masyarakat desa Pagar Agung, alur cerita/alur dramatik yaitu alur ini dengan cara cepat lambatnya tari Dana Sara, gerak ada 6, penari ada 4 orang ditarikan oleh ibu-ibu/remaja, pola lantai: dua baris depan dan belakang, lurus, lingkaran dan zig-zag, ekspresi wajah/polatan ekspresi melambangkan kebahagian, rias cantik, busana yang dipakai: baju kurung, rok batik, ampak-ampak, pending, alas jilbab, dan jilbab pasmina warna lavender, musik yang digunakan gendang, taktawak/gong kecil, kentrongan, dan rumba/tamborin, panggung terbuka: fiur/bebas sesuai dengan acara yang dilaksanakan, properti selendang, pecahayaan yang digunakan yaitu lampu siang/malam, dan seting yang digunakan fiur/bebas sesuai dengan panggung pada saat pertunjukan tari Dana Sara.

Dana Sara dance is a dance originating from Pagar Agung Village, Rambang District, Muara Enim Regency, South Sumatra Province. This phenomenon of Dana Sara dance tells about the history of the village that was raised by the community and village government, which is a dance that originated from Pagar Agung Village. The purpose of this study was to describe the Dana Sara Dance Form in Pagar Agung Village, Rambang District, Muara Enim Regency. The method of collecting data is by observation, interview and documentation. Data analysis is based on research that has been done by the writer so the researcher gets the necessary data, which the writer can describe in the form of a description that is the form of Dana Sara dance which is raised by the community to commemorate the history of Pagar Agung Village before creating peace from the past until now which is associated with the concept theory from Maryono. The research results obtained by the author that the theme is associated with the history of the village raised by the Pagar Agung village community, the storyline / dramatic storyline is this plot by way of the slow speed of the Dana Sara dance, motion there are 6, dancers there are 4 people danced by mothers / adolescent, floor pattern: two rows front and back, straight, circle and zig-zag, facial expressions / patterns of expression symbolizing happiness, beautiful makeup, clothing worn: clothes brackets, batik skirts, visible, pending, hijab pads, and lavender hijab pasmina, music used by drums, taktawak / small gongs, ukulele, and rumba / tambourine, open stage: fiur / free according to the event, shawl property, lighting used by day / night lights, and settings used fiur / free according to the stage at the Dana Sara dance performance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bahari, N. (2008). Kritik Seni : Wacana, Apresiasi, dan Kreasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Elvandari, E. (2016). Desain Atas ( Air Desaign ) Dalam Dimensi Estetik Penciptaan Karya Tari. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan, pada tanggal 17 Desember di Universitas PGRI Palembang .

Elvandari, E. (2016). Pertunjukan Sendratari Ramayana: Antara Penonton dan Tuntutan. Sitakara: Jurnal Pendidikan Seni dan Seni Bbudaya Edisi 1 .

Endah, F. (2014). Bentuk Penyajian Tari Reog Dhodhog di Dusun Pedes, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bentul. Yogyakarta : Universita Negeri Yogyakarta.

Hadi, Y. S. (2007). Kajian Teks dan Konteks . Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Hera, T. (2014). Perubahan Bentu Pertunjukan Tari Sembah Dalam Konteks Pariwisata DiKabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Sitakara , Surakarta : Isi Surakarta Vol 12, No 2.

Kusuma, d. (2017). Pengantar Statistika Penelitian . Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Martono, H. (2008). Sekelumit Ruang Pentas Modern dan Tradisi. Yogyakarta: Cipta Media.

Maryono. (2015). Analisis Tari . Surakarta : ISI Press.

________. (2007). Analisis Tari. Surakarta: ISI Press.

Ratna, N. K. (2010). Metodelogi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Palembang: FKIP Universitas PGRI Palembang.

Rochayati, R. (2017). Seni Tari Antara Ruang dan Waktu. Sitakara , Palembang: FKIP Universitas PGRI Palembang.

Rohidi, T. R. (2016). Pendidikan Semi Isu dan Paradigma . Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : CV. Alfabeta.

Supriyadi. (2013). Teori Dan Apresiasi Drama/Teater . Palembang: Maheda Utama Jaya.

Downloads

Published

2020-07-29

Issue

Section

Articles