TERJERAT (CINTA TERLARANG OLEH LATAR BELAKANG DAN KETURUNAN)

Isra Fahriati

Abstract

Karya tari terjerat ini terinspirasi dari kisah empiris dari sahabat penulis. Sahabat penulis menceritakan bagaimana kehidupan rumah tangganya yang belum lama terjalin. Pernikahan yang tidak didasari cinta kini membuat huubungan pernikahaannya penuh dengan tekanan batin. Rasa menyesal da terpukul karena harus meniggalkan sang kekasihnya yang berasal dari masyarakat biasa hanya karena sebuah aturan adat dari keluarga bangsawan. Pengalaman pribadi kerap menjadi rangsangan dalam menciptakan sebuah karya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk menciptakan sebuah koreografi yang bertujuan menyampaikan kepada masyarakat dengan menggunakan tubuh sebagai alat penyampaian fenomena tersebut. Karya tari terjerat diwujudkan dengan beberapa medium salah satunya adalah medium gerak, penulis menggunakan gerak metakinesis, fisik dan psikis adalah dua aspek yang memeiliki hubungan yang erat dengan pengalaman pribadi, mental dan peralatan emosional. Karya tari ini melibatkan empat orang penari diantaranya satu penari laki-laki dan tiga penari perempuan. Karya tari ini ditampilkan pada pentas proscenium. Bentuk dari koreografi tersebut bersifat literal dan menggunakan tipe tari dramatic. Tari ini menggunakan metode penciptaan koreografi dan kreativitas.

Keywords

adat; golongan; status sosial

Full Text:

PDF

References

Bastomi, S. (1988). Apresiasi Kesenian Tradisional. Semarang: IKIP Semarang Press.

Caturwati, E. (2009). Pesona Perempuan Dalam Sastra & Seni Pertunjukan. Bandung: Sunan Ambu STSI Press.

Darmaprawira W.A, S. (2002). Warna Teori dan Kretivitas Penggunanya (2nd ed.). Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Hadi, Y. S. (2003). Aspek - Aspek Dasar Koregrafi Kelompok. Yogyakarta: Manthili.

Hadi, Y. S. (2005). Sosiologi Tari Sebuah Pengenalan awal. Yogyakarta: Pustaka Yogyakarta.

Hadi, Y. S. (2007). Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Hadi, Y. S. (2007). New Dance Pendekatan Koreografi Nonliteral. Yogyakarta: Manthili.

Hadi, Y. S. (2016). Koreografi : Bentuk-Teknik-Isi. Yogyakarta: Cipta Media.

Hawkins, A. M. (2003). Creating Through Dance. (Y. S. Hadi, Ed.). Yogyakarta: Manthili.

Hawkins, A. M. (2003). Moving From Within: A New Method for Dance. (I. W. DIbia, Ed.). Jakarta: MSPI.

Hoesin, M. (1970). Adat Atjeh. Banda Aceh: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Keistimewaan Aceh.

Hurgronje, S. (1985). Aceh Di Mata Kolonialis. Jakarta: Yayasan Soko Guru.

Kuntowijoyo. (2006). Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Raditya M.A, A. (2014). Sosiologi Tubuh. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.

Ramdhoni, M. H. (2011). Perempuan Penunggang Harimau. Bandar Lampung: Be Press.

Rusmini, O. (2007). Tarian Bumi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Setyobudi, D., & Tim Abdi Guru. (2006). Seni Budaya Untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga.

Smith, J. (1976). Dance Composition. (B. Suharto, Ed.). Yogyakarta: Ikalasti.

Soepomo, R. (2007). Bab-bab Tentang Hukum/Adat (17th ed.). Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Sudiat, I. (2010). Asas-asas Hukum Adat Bekal Pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Sugono, D. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Badung: Institut Teknologi Bandung.

Triatmoko, B. B. (2012). Tarian Badai. Yogyakarta: Galang Press.

Yudiaryani, et. AL (Ed.). (2017). Karya Cipta Seni Pertunjukan. JB Publisher.

Zelfis, F. (2013). Bukan Perempuan Biasa. Yogyakarta: Buku Pintar.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.