PERANCANGAN KARYA MONOLOG MAJIR DENGAN MENERAPKAN DANCE THEATER SEBAGAI KONSEP PERTUNJUKAN

Supiriani Eka Lestari

Abstract

Laporan ini merupakan perancangan proses pembuatan karya teater berjudul Majir dari terciptanya gagasan sampai pada tahap pementasan. Karya Majir menceritakan keadaan seseorang perempuan yang mengalamai kondisi infertilitas, tidak dapat memiliki anak atau mandul. Tokoh Inai dalam karya ini merupakan seorang dukun beranak yang tidak mempunyai anak. Harapan besarnya untuk memiliki anak membuat Inai frustasi dan mempertanyakan kepada Tuhan mengapa ia berbeda dari perempuan lainnya, hingga akhirnya ia berusaha untuk menerima keadaannya. Pengkarya menggunakan spirit suku Dayak Kanayatn sebagai latar tempat, waktu peristiwa ini terjadi. Bentuk penggarapan karya Majir adalah monolog dengan menerapkan dance theater dalam konsep pertunjukannya. Monolog sebuah ilmu terapan seni peran di mana seorang aktor memainkan satu tokoh seorang diri di atas panggung. Dance theater merupakan sebuah bentuk pertunjukan di mana tidak hanya berupa gerak-gerak indah saja yang disajikan namun lebih cenderung pada penyampaian suasana melalui teatrikalnya. Ruang pertunjukan dibuat tidak berjarak antara penonton dan pemeran untuk menciptakan tontonan yang lebih intim. Melalui konsep ini pengkarya ingin menyajikan tontonan yang lebih segar, agar tujuan terciptanya karya lebih mudah diterima dan dipahami.

Keywords

infertilitas, monolog, dance theater, majir, teater.

Full Text:

PDF

References

Dewi, N. W. (2019). Faktor penyebab infertilitas pasien program IVF (In Virto Fertilization) di Klinik Graha Tunjung Rsup. Intisari Sains Medis, 10, 741-745.

Endraswara, S. (2011). Metode Pembelajaran Drama, Apresiasi, Ekspresi dan Pengkajian. Yogyakarta: CAPS.

Marciano, R. (2019). Pengembangan Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Sistem Stanislavski dalam Buku an Actor Prepares and Building a Character. SATWIKA: Jurnal Kajian Budaya dan Perubahan Sosial, 3, 69-86.

Martono, H. (2010). Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan. Yogyakarta: Cipta Media.

Santosa, Eko. (2008). Seni Teater, Jakarta : Dikmenjur.

Riantiarno. N. (2011). Kitab Teater : Tanya Jawab Seputar Seni Pertunjukan, Jakarta : GRASINDO.

Walther, Suzanne. (1993). The Dance theater of Kurt Joss. Malaysia: Harwood Academic Publishers GmbH.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.